AUTISME

Posted: February 24, 2010 in Psikologi Anak Khusus

Istilah Autisme berasal dari kata “Autos” yang berarti diri sendiri “Isme” yang berarti suatu aliran. Berarti suatu paham yang tertarik hanya pada dunianya sendiri. Autistik adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial dan aktivitas imajinasi. Gejalanya mulai tampak sebelum anak berusia 3 tahun. Bahkan pada autistik infantil gejalanya sudah ada sejak lahir. Diperkirakan 75%-80% penyandang autis ini mempunyai retardasi mental, sedangkan 20% dari mereka mempunyai kemampuan yang cukup tinggi untuk bidang-bidang tertentu (savant) Anak penyandang autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang : 1. Komunikasi 2. Interaksi sosial 3. Gangguan sensoris 4. Pola bermain 5. Perilaku 6. Emosi Apa Penyebab Autistik? Beberapa teori terakhir mengatakan bahwa faktor genetika memegang peranan penting pada terjadinya autistik. Bayi kembar satu telur akan mengalami gangguan autistik yang mirip dengan saudara kembarnya. Juga ditemukan beberapa anak dalam satu keluarga atau dalam satu keluarga besar mengalami gangguan yang sama. Selain itu pengaruh virus seperti rubella, toxo, herpes; jamur; nutrisi yang buruk; perdarahan; keracunan makanan, dsb pada kehamilan dapat menghambat pertumbuhan sel otak yang dapat menyebabkan fungsi otak bayi yang dikandung terganggu terutama fungsi pemahaman, komunikasi dan interaksi. Akhir-akhir ini dari penelitian terungkap juga hubungan antara gangguan pencernaan dan gejala autistik. Ternyata lebih dari 60 % penyandang autistik ini mempunyai sistem pencernaan yang kurang sempurna. Makanan tersebut berupa susu sapi (casein) dan tepung terigu (gluten) yang tidak tercerna dengan sempurna. Protein dari kedua makanan ini tidak semua berubah menjadi asam amino tapi juga menjadi peptida, suatu bentuk rantai pendek asam amino yang seharusnya dibuang lewat urine. Ternyata pada penyandang autistik, peptida ini diserap kembali oleh tubuh, masuk kedalam aliran darah, masuk ke otak dan dirubah oleh reseptor opioid menjadi morphin yaitu casomorphin dan gliadorphin, yang mempunyai efek merusak sel-sel otak dan membuat fungsi otak terganggu. Fungsi otak yang terkena biasanya adalah fungsi kognitif, reseptif, atensi dan perilaku. KARAKTERISTIK Anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang: 1. Komunikasi: – Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada. – Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi kemudian sirna, – Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya. – Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain – Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi – Senang meniru atau membeo (echolalia) – Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya – Sebagian dari anak ini tidak berbicara ( non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa – Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta sesuatu 2. Interaksi sosial: – Penyandang autistik lebih suka menyendiri – Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan – tidak tertarik untuk bermain bersama teman – Bila diajak bermain, ia tidak mau dan menjauh 3. Gangguan sensoris: – sangat sensistif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk – bila mendengar suara keras langsung menutup telinga – senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda – tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut 4. Pola bermain: – Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya, – Tidak suka bermain dengan anak sebayanya, – tidak kreatif, tidak imajinatif – tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya sepeda dibalik lalu rodanya di putar-putar – senang akan benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, roda sepeda, – dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu yang dipegang terus dan dibawa kemana-mana 5. Perilaku: – dapat berperilaku berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif) – Memperlihatkan perilaku stimulasi diri seperti bergoyang-goyang, mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar, mendekatkan mata ke pesawat TV, lari/berjalan bolak balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang – tidak suka pada perubahan – dapat pula duduk bengong dengan tatapan kosong 6. Emosi: – sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawa-tawa, menangis tanpa alasan – temper tantrum (mengamuk tak terkendali) jika dilarang atau tidak diberikan keinginannya – kadang suka menyerang dan merusak – Kadang-kadang anak berperilaku yang menyakiti dirinya sendiri – tidak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain Beberapa jenis terapi bagi anak autistik, antara lain: 1. Terapi Wicara: membantu anak melancarkan otot-otot mulut sehingga membantu anak berbicara lebih baik 2. Terapi Okupasi: untuk melatih motorik halus anak 3. Terapi Bermain: mengajarkan anak melalui belajar sambil bermain 4. Terapi medikamentosa/obat-obatan (drug therapy): dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang. 5. Terapi melalui makanan (diet therapy): untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu 6. Sensory Integration Therapy: untuk anak-anak yang mengalami gangguan pada sensorinya 7. Auditory Integration Therapy: agar pendengaran anak lebih sempurna 8. Biomedical treatment/therapy: penanganan biomedis yang paling mutakhir, melalui perbaikan kondisi tubuh agar terlepas dari faktor-faktor yang merusak (dari keracunan logam berat, efek casomorphine dan gliadorphin, alergen, dsb) Ciri khas pada anak autistik: 1. Anak tidak dapat mengikuti jalan pikiran orang lain 2. Anak tidak mempunyai empati dan tidak tahu apa reaksi orang lain atas perbuatannya. 3. Pemahaman anak sangat kurang, sehingga apa yang ia baca sukar dipahami. Misalnya dalam bercerita kembali dan soal berhitung yang menggunakan kalimat 4. Anak kadang mempunyai daya ingat yang sangat kuat, seperti perkalian, kalender, dan lagu-lagu 5. Anak lebih mudah belajar memahami lewat gambar-gambar (visual-learners) 6. Anak belum dapat bersosialisasi dengan teman sekelasnya, seperti sukar bekerjasama dalam kelompok, bermain peran dsb. 7. Anak sukar mengekspresikan perasaannya, seperti mudah frustasi bila tidak dimengerti dan dapat menimbulkan tantrum Kesulitan-kesulitan anak pada bulan-bulan pertama antara lain: 1. Kesulitan berkonsentrasi 2. Anak belum dapat mengikuti instruksi guru 3. Perilaku anak masih sulit diatur 4. Anak berbicara/mengoceh atau tertawa sendiri pada saat belajar 5. Timbul tantrum bila tidak mampu mengerjakan tugas 6. Komunikasi belum lancar dan tidak runtut dalam bercerita 7. Pemahaman akan materi sangat kurang 8. Belum mau bermain dan berkerjasama dengan teman-temannya Pada bulan-bulan pertama ini sebaiknya anak autistik didampingi oleh seorang terapis yang berfungsi sebagai shadow/guru pembimbing khusus (GPK). Tugas seorang shadow guru pembimbing khusus (GPK) adalah: 1. Menjembatani instruksi antara guru dan anak 2. Mengendalikan perilaku anak dikelas 3. Membantu anak untuk tetap berkonsentrasi 4. Membantu anak belajar bermain/berinteraksi dengan teman-temannya 5. Menjadi media informasi antara guru dan orangtua dalam membantu anak mengejar ketinggalan dari pelajaran dikelasnya. Guru pembimbing khusus adalah seseorang yang dapat membantu guru kelas dalam mendampingi anak penyandang autistik pada saat diperlukan, sehingga proses pengajaran dapat berjalan lancar tanpa gangguan. Guru kelas tetap mempunyai wewenang penuh akan kelasnya serta bertanggung jawab atas terlaksananya peraturan yang berlaku. 3. Sekolah Khusus: Pada kenyataannya dari kelas Terpadu terevaluasi bahwa tidak semua anak autistik dapat transisi ke sekolah reguler. Anak-anak ini sangat sulit untuk dapat berkonsentrasi dengan adanya distraksi di sekeliling mereka. Beberapa anak memperlihatkan potensi yang sangat baik dalam bidang tertentu misalnya olah raga, musik, melukis, komputer, matematika, ketrampilan dsb. Anak-anak ini sebaiknya dimasukkan ke dalam Kelas khusus, sehingga potensi mereka dapat dikembangkan secara maksimal. Contoh sekolah khusus: Sekolah ketrampilan, Sekolah pengembangan olahraga, Sekolah Musik, Sekolah seni lukis, Sekolah Ketrampilan untuk usaha kecil, Sekolah komputer, dlsb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s