Resiliensi dan Tantangan Hidup

Posted: December 20, 2009 in Artikel

 

Kata resiliensi berasal dari kata “resilience” yang artinya daya lenting atau kepegasan. Kasur dengan per pegas akan kembali lagi manakala beban badan yang menimpanya menekan per pegas kasur. Daya lenting pada manusia adalah kemampuan beradaptasi dengan tekun dan gigih walaupun keaadan terasa serba salah.
Setiap orang harus memiliki daya lenting karena satu hal yang pasti, dalam hidup selalu terdapat kemalangan yang sering tidak dapat dihindari. Contihnya, masih banyak pekerjaan yang menumpuk di meja padahal hari kerja sudah menunjukan pukul 16.45. Contoh lain, terdapat kesalahpahaman dengan pasangan. Anak-anak harus tiba ditempat yang berbeda  dalam satu waktu tertentu, padahal lalu lintas macet. Menghadapi peristiwa yang sangat berat seperti terkena PHK.
Bila memiliki daya lenting yang kuat, kita dapat mengatasi setiap kemalangan dengan cara yang memuaskan dengan hasil optimal. Penelitian para pakar ilmiah psikologi selama lebih kurang 50 tahun terakhir tentang daya lenting membuktikan bahwa daya lenting merupakan kunci sukses seseorang dalam menjalani hidup.
Bagaimanakah kondisi daya lenting kita? Setiap orang hendaknya memperhatikan daya lenting demi kenyamanan hidup. Namun pada kenyataan, kebanyakan orang justru secara emosional dan psikologi tidak siap mengatasi kemalangan. Mereka malah cenderung bersikap menyerah dan merasa tidak berdaya lenting.
Kenali diri sendiri, bagaimanakah kebiasaan kita dalam bersikap?
Hindari terjebak dalam situasi tertentu, seperti menyalahkan diri sendiri
Keyakinan apakah yang menghambat kemampuan kita untuk bangkit? Tanpa disadari, sering kita dipengaruhi keyakinan kuat tentang hal tertentu, misalnya keyakinan bahwa orang lain dan dunia bersikap dan menginginkan sesuatu dari kita.
Tantangan keyakinan, artinya komponen kunci dari daya lenting adalah kemampuan mengatasi masalah. Sejauh mana kemampuan kita mengatasi masalah sehari-hari?
Menjaga perspektif dalam hidup, seperti apakah kita sering tenggelam dalam kondisi tertekan dan menghabiskan waktu untuk terus mencemaskan hal yang belum terjadi?
Tenang dan tetap menjaga pusat perhatian, jangan sampai kita dikuasai stres dan situasi emosional?
Daya lenting dalam hal tenggang waktu, apakah kita selalu dikuasai pikiran negatif yang muncul dalam benak kita sehingga sulit bagi kita menghadapi kenyataan hidup?
Tujuh Kapasitas
Ternyata daya lenting seseorang memiliki 7 kapasitas yang berbeda. Ketujuh kapasitas itu bukan bersifat genetik, seperti halnya tinggi badan, melainkan kita bisa berupaya meningkatkan daya lenting tanpa batas. Daya lenting kita berada dalam kendali kita sendiri, seperti halnya kita bisa menjadi pelari cepat dengan cara berlatih walaupun kita tidak akan mmenjadi pelari olimpiade. Berbagai hal yang perlu kita latih adalah:
Regulasi emosi
Regulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap tenang dalam keadaan tertekan. Seorang yang memiliki daya lenting tinggi biasanya orang yang terampil dalam mengendalikan emosi, atensi, dan perilaku. Regulasi emosi sangat penting peranannya dalam menjalin relasi yang intim, sukses dalam kerja, dan mempertahankan kesehatan
Kendali implus
Dapat dipahami bahwa orang yang mampu mengendalikan emosi pasti mampu mengendalikan implus. Untuk  bisa mengendalikan implus, kita lebih dulu harus mengenali siapa diri kita. Bila kita mampu mengendalikan implus, kita akan terhindar dari keterpakuan pada pola pikir tertentu sehingga dapat menggiring kita untuk memiliki kemampuan mendeteksi efek negatif dari keyakinan implusif yang merugikan diri serta menggantikannya dengan yang positif.
Optimisme
Orang yang optimistis biasanya memiliki daya lenting yang kuat karena mereka yakin dapat mengendalikan jalan hidup di masa depan.
Kemampuan melakukan analisis-kasual
Dengan kemampuan ini, kita dapat menjelaskan hal buruk dan baik yang menimpa diri sehingga kita tidak terjebak pada pikiran buruk dan dapat meningkatkan daya lenting.
Empati
Kemampuan memahami oramg lain melalui empati akan membuat kita mampu  mendeteksi berbagai kemungkinan perilaku orang terhadap kita.
Kecukupan diri yang optimal
Dengan keyakinan bahwa kita cukup efektif dalam menjalai hidup, hal itu merupakan representasi keyakinan bahwa kita akan bisa mengatasi kesulitan yang akan kita hadapi.
Menggapai cita
Pada umumnya, orang merasakan ketidakmampuan secara berlebih sehingga tidak pernah brpikir untuk melakukan sesuatu atau memiliki ambisi yang sebenarnya bisa diraih. Dengan pemanfaatan optimisme dan mencoba menghapus keyakinan negatif yang berpengaruh dalam diri, kita bisa meraih sesuatu yang fantastik, yang bisa saja tidak kita perkirakan sebelumnya.

Kata resiliensi berasal dari kata “resilience” yang artinya daya lenting atau kepegasan. Kasur dengan per pegas akan kembali lagi manakala beban badan yang menimpanya menekan per pegas kasur. Daya lenting pada manusia adalah kemampuan beradaptasi dengan tekun dan gigih walaupun keaadan terasa serba salah.Setiap orang harus memiliki daya lenting karena satu hal yang pasti, dalam hidup selalu terdapat kemalangan yang sering tidak dapat dihindari. Contihnya, masih banyak pekerjaan yang menumpuk di meja padahal hari kerja sudah menunjukan pukul 16.45. Contoh lain, terdapat kesalahpahaman dengan pasangan. Anak-anak harus tiba ditempat yang berbeda  dalam satu waktu tertentu, padahal lalu lintas macet. Menghadapi peristiwa yang sangat berat seperti terkena PHK.Bila memiliki daya lenting yang kuat, kita dapat mengatasi setiap kemalangan dengan cara yang memuaskan dengan hasil optimal. Penelitian para pakar ilmiah psikologi selama lebih kurang 50 tahun terakhir tentang daya lenting membuktikan bahwa daya lenting merupakan kunci sukses seseorang dalam menjalani hidup.Bagaimanakah kondisi daya lenting kita? Setiap orang hendaknya memperhatikan daya lenting demi kenyamanan hidup. Namun pada kenyataan, kebanyakan orang justru secara emosional dan psikologi tidak siap mengatasi kemalangan. Mereka malah cenderung bersikap menyerah dan merasa tidak berdaya lenting.Kenali diri sendiri, bagaimanakah kebiasaan kita dalam bersikap?Hindari terjebak dalam situasi tertentu, seperti menyalahkan diri sendiriKeyakinan apakah yang menghambat kemampuan kita untuk bangkit? Tanpa disadari, sering kita dipengaruhi keyakinan kuat tentang hal tertentu, misalnya keyakinan bahwa orang lain dan dunia bersikap dan menginginkan sesuatu dari kita.Tantangan keyakinan, artinya komponen kunci dari daya lenting adalah kemampuan mengatasi masalah. Sejauh mana kemampuan kita mengatasi masalah sehari-hari?Menjaga perspektif dalam hidup, seperti apakah kita sering tenggelam dalam kondisi tertekan dan menghabiskan waktu untuk terus mencemaskan hal yang belum terjadi?Tenang dan tetap menjaga pusat perhatian, jangan sampai kita dikuasai stres dan situasi emosional?Daya lenting dalam hal tenggang waktu, apakah kita selalu dikuasai pikiran negatif yang muncul dalam benak kita sehingga sulit bagi kita menghadapi kenyataan hidup?
Tujuh KapasitasTernyata daya lenting seseorang memiliki 7 kapasitas yang berbeda. Ketujuh kapasitas itu bukan bersifat genetik, seperti halnya tinggi badan, melainkan kita bisa berupaya meningkatkan daya lenting tanpa batas. Daya lenting kita berada dalam kendali kita sendiri, seperti halnya kita bisa menjadi pelari cepat dengan cara berlatih walaupun kita tidak akan mmenjadi pelari olimpiade. Berbagai hal yang perlu kita latih adalah:Regulasi emosiRegulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap tenang dalam keadaan tertekan. Seorang yang memiliki daya lenting tinggi biasanya orang yang terampil dalam mengendalikan emosi, atensi, dan perilaku. Regulasi emosi sangat penting peranannya dalam menjalin relasi yang intim, sukses dalam kerja, dan mempertahankan kesehatanKendali implusDapat dipahami bahwa orang yang mampu mengendalikan emosi pasti mampu mengendalikan implus. Untuk  bisa mengendalikan implus, kita lebih dulu harus mengenali siapa diri kita. Bila kita mampu mengendalikan implus, kita akan terhindar dari keterpakuan pada pola pikir tertentu sehingga dapat menggiring kita untuk memiliki kemampuan mendeteksi efek negatif dari keyakinan implusif yang merugikan diri serta menggantikannya dengan yang positif.OptimismeOrang yang optimistis biasanya memiliki daya lenting yang kuat karena mereka yakin dapat mengendalikan jalan hidup di masa depan.Kemampuan melakukan analisis-kasualDengan kemampuan ini, kita dapat menjelaskan hal buruk dan baik yang menimpa diri sehingga kita tidak terjebak pada pikiran buruk dan dapat meningkatkan daya lenting.EmpatiKemampuan memahami orang lain melalui empati akan membuat kita mampu  mendeteksi berbagai kemungkinan perilaku orang terhadap kita.Kecukupan diri yang optimalDengan keyakinan bahwa kita cukup efektif dalam menjalai hidup, hal itu merupakan representasi keyakinan bahwa kita akan bisa mengatasi kesulitan yang akan kita hadapi.Menggapai citaPada umumnya, orang merasakan ketidakmampuan secara berlebih sehingga tidak pernah brpikir untuk melakukan sesuatu atau memiliki ambisi yang sebenarnya bisa diraih. Dengan pemanfaatan optimisme dan mencoba menghapus keyakinan negatif yang berpengaruh dalam diri, kita bisa meraih sesuatu yang fantastik, yang bisa saja tidak kita perkirakan sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s